Multinet Aircom

Perintis Jaringan Internet Pedesaan

Perubahan…Butuh Perjuangan Berat…

Sekedar Opini.

Pada 5 tahun tetakhir, banyak sekali perubahan system yang terjadi pada berbagai bidang, khususnya untuk bidang pandidikan saja. Kita ingat saja, sebutlah EBTANAS, berganti Ujian Nasional (UN), tak lama kemudian menyusul cara baru, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2016/2017, yang setiap tahun masih berubah-ubah sistemnya saat itu. Kemudian disusul lagi dengan pola Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang seingat saya hanya dilaksanakan 1 tahun pelajaran. Disusul lagi perubahan istilah ke Ujian Berbasis Komputer Dalam Jaringan. Saat heboh-hebohnya pandemi COVID 19 ada lagi yang muncul Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Sebenarnya perubahan yang dinamis itu di satu sisi ada juga baiknya, memang kita jangan sampai terjebak dalam situasi “Katak dalam Air Panas”, tak responsif terhadap perubahan dan akhirnya binasa. Akan tetapi pernahkan dipikirkan akibatnya ditingkat bawah?

Saya pernah punya pengalaman di dua tempat; satu SMA dan satu lagi Pondok Pesantren. Di tahun-tahun terakhir masa kejayaan UNBK itu, setelah selama 2 tahun mereka melaksanakan UNBK dengan cara menumpang di sekolah lain (terasa lelah dan sakitnya)…, pada akhirnya mereka mengupayakan untuk dapat melaksanakan ujian sendiri. Entah bagaimana caranya mereka mencari dana, yang jelas pasti ngos-ngosan atau barangkali juga menggunakan cara spesifik lainnya (bisa jadi cari bantuan keluar atau menekan orang tua / wali murid untuk iuran lebih besar)….Pada akhirnya mereka sanggup juga menyiapkan pengadaan peralatan jaringan untuk keperluan UNBK (Server, PC Client, Laptop, dan pengkabelan LAN). Kami bantu instalasinya.  Saat itu tinggak menunggu jadwal resmi pelaksanaan UNBK,..sebelumnya mereka juga telah melaksanakan simulasi dengan cara menumpang.

Apa yang terjadi.?? Desember 2019 muncul keputusan Ujian Nasional dihapus pada 2021 dan akan diganti dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Harapannya, ini akan bertahan dijalankan dalam kurun waktu yang cukup, paling tidak agar di tingkat bawah; sekolah-sekolah yang infrastrukturnya belum cukup, masih bisa bernafas cukup lega. Tujuannya agar bagi sekolah yang sudah terlanjur melakukan pengadaan peralatan, masih bisa dipergunakan dengan optimal. Sementara untuk sekolah yang hingga saat ini belum cukup infrastrukturnya, agar jelas arahnya upayanya secara pasti.

Terlalu sering berubah juga kurang bagus untuk kalangan tertentu, kasihan mereka yang masih terseok-seok mengikuti irama perubahan. Jika memang sebelumnya telah dilakukan uji kelayakan yang matang, semoga Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)  bisa bertahan. Ini juga menyangkut nasib perekonomian orang tua dan anak didik yang sangat banyak, apalagi disaat-saat sulit masa pendemi seperti ini. Jangan sampai dugaan orang banyak menjadi benar :  tak lama lagi akan muncul pola baru (biasanya seiring dengan perubahan kepemimpinan di tingkat pusat).

 

 

Comments are Closed