Multinet Aircom

Perintis Jaringan Internet Pedesaan

Tips Pemilihan Perangkat Jaringan Internet (Wireless Router) Di Area Publik.

Published: Sunday, 25 April 2021 23:52. Written by Administrator

Pada beberapa kasus, sering terjadi situasi dimana bandwidth internet yang tersedia besar, akan tetapi tidak mampu melayani kebutuhan akses internet untuk orang banyak. Kondisi yang sering terjadi antaralain :

  1. Bandwidth yang tersedia besar, tetapi tidak cukup stabil saat digunakan orang banyak secara serentak
  2. Spesifikasi perangkat tinggi, tetapi coverage area (jarak wilayah jangkauannnya) tidak jauh dan kurang merata
  3. Tidak semua pengguna memdapatkan koneksi yang stabil.

 

Pemilihan jenis perangkat dan cara pemasangannya perangkat jaringan internet wireless router di sekolah atau tempat-tempat lainnya yang jumlah penggunanya banyak, membutuhkan beberapa pertimbangan:

  1. Kemudahan akses software / aplikasi setting router
  2. Spesifikasi hardware (terkait dengan RAM, processor, frekuensi, dan besarnya kekuatan antena pemancar, jumlah client maksimal yang dapat dilayani
  3. Pengaturan / setting perangkat
  4. Posisi / tata letak pemasangan perangkat jaringan

Terkait dengan beberapa kondisi tersebut diatas, maka dalam rencana instalasi jaringan ada beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam memilih perangkat dan implementasi instalasinya :

  1. Hitung terlebih dahulu jumlah pengguna (tepatnya hitung jumlah perangkat/device) yang akan mengakses jaringan.
  2. Kelompokkan hitungan jumlah maksimal perangkat yang akan terhubung : < 32 perangkat, 32 – 64 perangkat, 64 – 253 perangkat , atau > 253 perangkat).  Ini terkait dengan kemampuan jumlah maksimal client yang dapat dilayani oleh type wireless router yang akan digunakan (PC, Laptop, Tab, Smartphone, CCTV jika ada, dan lainnya).
    • Beberapa wireles router standar hanya mampu melayani maksimal 32 perangkat client, ada yang 64, ada juga yang 253.
    • Baca dengan teliti spesifikasi wireless router, pilih dengan tepat sesuai kebutuhan kita
    • Pelajari / kenali software dengan baik.

Beberapa merek wireless router menyertakan software sendiri didalamnya, untuk keperluan setting / konfigurasi. Setiap merek memiliki tampilan interface yang berbeda-beda walupun fungsinya lebih kurang sama.

Terdapat beberapa pengaturan default yang umum, tetapi ada perbedaan di beberapa item, diantaranya IP Addres lokal, username dan password standar /default. Artinya ini yang kita gunakan saat pertamakali mengakses LAN lokal pada perangkat wireless router untuk keperluan setting, sebelum pada akhirnya kita lakukan perubahan sesuai kebutuhan.

Berikut beberapa contoh IP Address, username dan pasword default:

    • Merek TP-Link, D-Link
      • IP Address             : 192.168.1.1 ; 192.168.1.254; 192.168.0.1 atau 192.168.0.254
      • Username / password admin: admin / admin
    • Merek Totolink
      • IP Address             : 192.168.1.1
      • Username / password admin : admin / admin
    • Merek Netis
      • IP Address             : 192.168.1.1
      • Username / password admin : – / – (kosong) (untuk type WF2411e)
      • Username / password admin : guest /guest (untuk type CPE WF2322)
    • Merek Level One
      • IP Address             : 192.168.0.254
      • Username / password admin : admin / password
    • Merek Airlive
      • IP Address             : 192.168.1.254
      • Username / password admin : admin / airlive
    • Merek Tenda
      • IP Address             : 192.168.0.1
      • Username / password admin : admin / admin
    • Merek Mikrotik
      • IP Address             : 192.168.88.1
      • Username / password admin : admin / –

 Catatan :

      • Masih banyak lagi merek dan type perangkat wireless router yang tersedia dipasaran
      • Setiap perngkat menyertakan petunjuk username dan password dibagian belakang alat, atau biasakan membaca manual / petunjuk penggunaan sebelum melakukan setting perangkat.
      • Cara terbaik pada saat melakukan konfigurasi perangkat adalah menggunakan kabel LA secara langsung. Jika dudah fix baru silahkan menggunakan wireless.

 

3. Pemasangan / instalasi perangkat wireless router harus mempertimbangkan posisi pemasangannya :

  • Pilih type perangkat akses point dan antena yang sesuai dengan kebutuhan coverage area
  • Hitung ketinggian dan pilih posisi letak perangkat serta antena, perkirakan dapat menjangkau area yang membutuhkan akses
  • Pertimbangkan kondisi halangan (tembok, bangunan lain, pepohonan) yang menghalangi. Ini untuk mempertimbangkan apakah dibutuhkan perangkat repeater untuk menambah coverage area

 

4. Pilih /gunakan frekuensi wireless yang tepat.

  • Untuk keperluan akses bagi device (laptop, Tablet, Smartphone, dan lainnya), pastikan gunakan frekuensi 2,4 Ghz, karena penggunaan frekuensi 5 Ghz lebih diperuntukkan bagi koneksi point to point antar alat (wireless router), dan tidak terbaca oleh device secara langsung. Ada beberapa type device yang memiliki 2 buah adapter (2,4 dan 5,8 Ghz) tetapi tidak banyak.
  • Gunakan fitur “Scan” , sniffer, atau snooper pada perangkat router. Cek frekuensi yang telah memancar disekitar kita, pilih / gunakahn yang masih kosong , atau jika tidak memungkinkan, maka pilih frekuensi yang jumlah penggunanya sedikit atau yang sinyalnya lemah. Hal ini ditujukan untuk mengatasi efek interferensi.

 

5. Manajemen bandwidth.

  • Kecenderungan setiap pengguna adalah ingin mendapatkan bandwidth yang sebesar-besarnya dan akses yang selancar-lancarnya. Itu manusiawi, apalagi kebutuhan internet terkait dengan pekerjaan yang membutuhkan akases internet stabil.
  • Manajemen bandwidth menjadi komponen yang sangat penting untuk melayani akses internet di area publik seperti ini, agar semua pengguna merasa “nyaman”. Sebenarnya yang terpenting adalah “kestabilan koneksi” , bukan “ bandwidth sebesar-besarnya”
  • Salah satu wireless router yang memiliki fitur manajeman bandwidth yang cukup komplit adalah Routerboard Mikrotik. Manajeman bandwidth bisa dilakukan berdasarkan kuota waktu, kuota data, sama rata fix, atau samarata otomatis. Cara pengaturannya memang agak rumitm perlu belajar aplikasi remote “Winbox” secara spesifik.

Setelah mempertimbangkan berapa aspek diatas, semoga anda mendapatkan solusi terbaik untuk instalasi jaringan wireless di lokasi publik (sekolah, kampus, kantor,  kafe, atau lainnya) yang jumlah usernya banyak dan bersifat mobile ( sering berganti-ganti). Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *